NGLEMPENGKE BARANG KANG BENGKONG

Bukankah barang bengkong itu justru bermanfaat? Bukankah barang bengkong itu mengandung seni dan kreatifitas? mengapa harus diluruskan? Bukankah meluruskan barang bengkong merupakan perbuatan yang sia-sia? Seperti suara yang berseru-seru di padang gurun:  luruskanlah jalan bagi Tuhan, setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.

Kebenaran harus disuarakan entah didengar ataupun tidak, karena sejatinya manusia mencari kebenaran. Saat kebenaran disuarakan disitulah peranan kenabian dijalankan.Tugas Kenabian adalah nglempengke barang kang bengkong, dan itu adalah menyuarakan kebenaran.

Quid Est Veritas? Apa itu Kebenaran? Kata Veritas dari bahasa latin yang berarti Kebenaran itu, tertera pada emblem Universitas Harvard hingga saat ini. Hidup sejatinya untuk mengabdikan pada kebenaran. Jika melihat Slogan “JUJUR” ini berarti bahwa dengan jujur sebenarnya kita secara total mengabdikan diri kepada kebenaran. Secara riil “Nglempengke barang kan bengkong” itu adalah berani berkata dan bersikap jujur. Jujur pada keadaan diri sendiri, jujur dalam mendapatkan rejeki, jujur dalam menghargai karya orang lain, jujur itu perbuatan aktif bukan pasif.

Jika mengingat semboyan itu cukuplah berat, akan tetapi jika dilakukan dengan niat baik dan mulia maka semua usaha akan berbuah kebaikan bukan kehancuran. Karena pohon yang baik itu terlihat dari buah yang dihasilkan.